Nayara Cakes
Sungguh luar biasa ketika saya mengenal produk Nayara Cakes di acara Ultah Depok Blogger dan Blogilicious Juni 2011 kemarin, bukan karena kenyang makan kue gratis, tapi lidah ini rasanya bertemu sesuatu yang cocok seolah manusia yang menemukan seorang belahan jiwa, cupcakes yang saya santap saat itu lumer dalam mulut tanpa ada rasa ketar atau giung (terlalu manis) sungguh pas dan tak terasa ada bahan kimia berlebihan dalam komposisi cupcakes itu.
Lalu saya menyimpan kartu nama yang dibagikan saat acara berlangsung, siapa tahu suatu saat saya butuh kue untuk acara pribadi, dan benar saja, Tanggal 2 Maret 2012 adalah hari ulang tahun Sekar, dan sayapun mencoba memesan kue ultah pada Mba Novi, si empu nya Nayara Cakes, kue nya cantik sekali dan bahannya semua aman, bolu nya enak juga hiasannya cantik.
Dalam website Nayara Cakes, Mba Novi berbagi tips membuat cakes yang baik dan berkualitas, juga berbagi aneka resep kue dari mulai kue tradisional sampai modern, ada pula acara yang selalu dibagi di Facebook dan Twitternya @NayaraCakes dan selalu ada hadiah bagi para fans dan followernya, saya pun pernah mendapatkan hadiah tersebut dari Quiz valentine yang diadakan Nayara Cakes tersebut.
Jika ingin memaksimalkan kemampuan membuat Cakes, Cupcakes atau hanya ingin mencontek atau ingin order kue untuk acara Ulang Tahun, Launching, Khitanan , Pernikahan atau peresmian, silahkan ke Websitenya Dapur Mama Krishna.
Tampilan kue ulang tahun Sekar dari Nayara Cakes :

Indah dan lezat

Cup Cakes yang legit

Kemasan yang cantik sebagai hadiah.
Ukuran bagus dan kualitasnya sebuah produk makanan, tak harus terpatok pada penampilan dan rasa, komposisi bahan pun sangat berpengaruh dalam pembuatan makanan agar awet dan menyehatkan, apalagi untuk kue atau cakes, ukuran dan komposisi bahan makanan sangat besar perannya dalam kualitas, dalam produk Nayara Cakes, saya temui kualitas itu.
Sotoji, Soto istimewa dan unik

Sotoji yang istimewa dan unik

Sotoji : Soto Jamur Instant karya anak bangsa
Awalnya saya menduga soto instant ini rasanya tak jauh beda rasanya sama bumbu mie instant lainnya, yang biasanya cenderung agak tajam rasa asin dan gurihnya,tapi setelah saya coba memasaknya, ternyata dugaan saya meleset jauh, rasanya begitu pas, seperti bukan bumbu racikan mie atau soto instant biasa, tidak menyengat tajam juga tidak ada rasa bumbu mie instant, bumbu seperti diracik sendiri secara konvensional.
Tekstur bihun yang lembut dan kenyal, dipadu oleh suwiran jamur tiram goreng yang sama kenyal, gurih dan seperti rasa suwiran daging ayam dilidah, membuat Sotoji ini semakin lezat dan terasa unik, karena saya baru pertama kali merasakan soto jamur instant ini, memasaknya pun tak membutuhkan waktu lama, cuma dua menit dan jika sedang urgent kelaparan, mie ini bisa jadi alternatif yang tepat, karena mudah dan singkat memasaknya, namun cita rasa masakannya seperti dibuat manual, sungguh luar biasa.
Hidangan Sotoji bisa kita tambahkan sayuran seperti sawi, toge, timun atau tomat juga irisan cabe rawit dan dibubuhi perasan jeruk nipis, pasti mantap sekali, sebenarnya Sotoji tak perlu ditemani terlalu banyak lauk pendamping pun sudah terasa nikmat karena peran suwiran jamur tiram goreng tadi. Soal Gizi? komposisinya sudah pas dari mulai kalori sampai vitaminnya.
Sotoji tak hanya pas buat sarapan atau cemilan, bisa juga buat hidangan utama saat menjamu tamu pada acara arisan keluarga, ulang tahun atau gathering, sebagai temannya Lontong atau ketupat.
Sotoji adalah produk anak bangsa dan karya seorang Blogger juga, saya sangat bangga terhadap karya istimewa dan penuh inovasi ini.
Untuk mendapatkan Sotoji, sudah beredar dipasaran, namun bisa juga dipesan online dengan mengisi form di web Sotoji asyik bukan? sangat memudahkan dan bikin nyaman belanja Sotoji tanpa keluar rumah, bisa hemat ongkos juga energi dan waktu.
Dengan melestarikan produk pangan dalam negeri, maka kita harus mendukung dengan selalu konsumsi produknya, salah satunya adalah Sotoji, namanya Indonesia banget, keren. Rasanya pun mantap.
Perkedel Biji Nangka
Jika kita makan Buah Nangka,bijinya betul-betul satu banding satu dengan daging buahnya, kadang jika melihat bijinya besar-besar dan bersih mengkilap rasanya sayang untuk dibuang ya.
Dan ternyata biji nangka itu jika direbus rasanya pulen jika sudah tua, mirip ubi gitu rasanya, minggu kemarin, saya berkunjung ke rumah paman di Bogor, disana kebetulan sedang panen Nangka yang besar dan matang, biji nangka dalam keluarga besar saya dari dulu suka dikumpulkan untuk direbus dan dimakan atau di iris tipis lalu digoreng, jadlah kripik renyah.
Karena saking banyaknya biji nangka sampai satu baskom (wadah besar ) maka kami berpikir, untuk dijadikan olahan lain, ternyata ide saya muncul, dan tringg…….didampingi lampu nyala dalam otak saya, hadirlah ide buat perkedel dari bahan dasar biji nangka.
Ini dia resepnya :
Bahan :
300 gram biji nangka yang telah direbus sampai matang dan dikupas
1 butir bawang putih haluskan
3 lembar daun bawang iris
1/4 sdt lada putih
Garam dan penyedap rasa secukupnya
Telur ayam utuh 3 butir
Daging sapi cincang 1/2 ons
Cara Membuat :
Biji nangka yang telah dikupas, dihaluskan dengan cara diulek di cobek atau wadah, lalu campurkan 3 butir telur yang telah dikocok rata, campur semua bahan sampai rata, aduk dan cetak dengan sendok, goreng dalam minyak dengan panas yang sedang sampai kecoklatan.
Perkedel biji nangka terasa wangi, renyah dan lezat untuk teman nasi maupun menjadi kudapan teman minum teh di pagi atau sore hari.
Lumayan kan jadi tak mubazir biji nangka nya.

Asalnya dari Biji Nangka

Buat Tea Lovers
Minuman dari daun teh dimanapun berada selalu memesona juga tak pernah mati daya tariknya, disajikan secara tradisional, modern atau santai, terasa istimewa dan menambah banyak kenikmatan tak terbatas, urusan prestige nya pun tetap ada, sebab minuman teh ini punya kelekatan tradisi yang merakyat juga familiar.
Minum teh pun caranya beragam, rasa teh sudah bervariasi, bukan hanya terbuat dari daun teh, bahkan dari bunga dan buah, namun dasarnya tetap daun teh.
Kecintaan dan penyuka teh selalu ingin berbagi informasi serta bertukar pengalaman saat melakukan acara minum teh di beberapa tempat, termasuk koleksi teh yang beragam membuat para pecinta teh ini bergabung dalam millist pecinta_teh at yahoogroups.com siapapun bisa gabung disini.
Bukan itu saja, seorang pakar teh bernama Ratna Somantri yang sudah lama menjadi pembicara dalam workshop mengenai teh dibeberapa media, juga sudah malang melintang mempelajari teh di beberapa negara bersama para master teh seperti China, Hongkong dan Kuala Lumpur. Ratna membukukan pengetahuan dan pengalamannya mengenai teh ini, dikemas dalam buku cantik yang kaya wawasan mengenai teh.
Dalam buku setebal 115 halaman, terdapat banyak paparan yang padat berisi, seperti pada BAB I Ratna memberi pengetahuan tentang jenis teh lain selain teh hijau yang kita ketahui, dari mulai teh Oolong, pur eh, white tea, dan teh kuning, BAB II memaparkan kandungan teh yang berguna untuk kesehatan tubuh dan gigi, bahwa teh mengandung fluoride juga untuk gigi, BAB IV diceritakan budaya teh di beberapa negara, BAB IV ada cara dan seni meracik teh agar lezat dan nikmat juga menarik.
Bagi pecinta kuliner, pada BAB V akan disuguhi dengan berbagai resep makanan yang menggunakan bahan teh sebagai campuran dan pelengkap cita rasa, mulai dari berbagai resep minuman teh, cake, bolu dan puding teh.
Saking lengkapnya buku ini, penulis pun mencantumkan list toko online teh yang berkualitas di BAB VI lengkap dengan rekomendasi Cafe yang menyajikan teh dengan segala keistimewaan masing-masing yang dapat dinikmati.
Mendapatkan buku ini, saya serasa mendapat mutiara karena ilmu bermanfaat terdapat didalamnya, dan dapatin buku ini pun tak mudah karena saya menjawab pertanyaan kuis di acara High Tea Reception dan mendapatkan langsung dari penulisnya plus tandatangan dan foto bareng.
Yang menyukai teh serta kuliner buku ini sangat rekomen buat dimiliki.
MasukDapur : The Book Puasa dan Lebaran
Saya senang sekali mendapatkan buku yang istimewa, baik dari hadiah menjawab pertanyaan kuis juga hadiah spesial dari seorang sahabat, saya baru sempat mereview kedua buku ini sekarang, bukan sibuk tapi menyisihkan waktu untuk menuangkan review buku memang butuh pikiran yang fokus dan khusus.
Buku kuliner pertama, saya dapat dari penulisnya langsung, yaitu dari Hes, sahabat saya pengelola http://masukdapur.com ketika launching bukunya, Hes menghadiahi satu bukunya, senang tentunya.
Buku Masuk Dapur : The Book Puasa & Lebaran yang launching Agustus 2011 lalu, bertepatan dengan Bulan Ramadhan, Hes memberi perhatian khusus pada Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan biasanya ada moment spesial baik dari menyajikan menu sehari-hari sampai menyusun anggaran khusus, karena biasanya pada Bulan Ramadhan selain makanannya terasa istimewa karena bulan puasa butuh nutrisi lengkap dan tepat, juga ada cemilan khas yang harus tersaji sebagai tradisi sajian menu di Indonesia, misalnya kolak dan sop buah segar.
Pada BAB I dipaparkan anggaran belanja di Bulan Ramadhan dan saat Lebaran
BAB II Membahas tentang sahur dan Buka Puasa, dimulai dari penyajian menu, atur menu, dan tips melakukan kegiatan menyenangkan saat menunggu saat buka puasa serta mengisi saat sahur yang menyenangkan. Tersedia pula daftar menu lengkap selama satu bulan penuh disaat Ramadhan.
BAB III Membahas lebaran, dari mulai menyusun anggaran lebaran, rencana mudik, mengemas oleh-oleh dalam bentuk kuliner,menyiapkan parcel serta resep-resep lengkap untuk Hari Lebaran ada disini.
Setiap bulan puasa, buku ini bisa jadi kamus spesial dan ensiklopedi wajib bagi ibu-ibu, karena bisa terbantu memanage keuangan dapur pada Bulan Ramadhan, agar pengeluaran tidak tekor juga tidak kekurangan.
Siasat hemat di Bulan Ramadhan akan didapatkan dari buku ini, begitupun setelah Lebaran, sisa makanan yang masih bertumpuk bisa diolah sedemikian rupa hingga menjadi santapan baru yang tak kalah lezat.
Jika ingin memesan buku ini, bisa pesan disini atau ke penulisnya langsung di mention ke Twitter @masukdapur
Melestarikan Cemilan Tradisional
Masakan dan kue tradisional sudah banyak sekali dibahas dan disajikan resepnya baik dalam sebuah web atau artikel di media cetak, namun untuk cemilan atau makanan ringan tradisional yang jarang sekali disuguhkan, bahkan hampir punah pada saat ini karena sudah tergantikan oleh penganan yang lebih modern dan beraneka ragam pilihan.
Saya ingin membahas kenangan dan kesan cemilan khas yang selalu hadir dalam momen istimewa seperti Hajatan, Hari Raya atau Kumpulan Keluarga di Keluarga Besar saya.
Cemilan khas andalan saya yang dirasa Indonesia banget dan unik, yaitu;
1. Sasagon (Kue Sagon) ; cemilan yang terbuat dari tepung beras yang ditumbuk atau digiling halus, setelah itu disangrai (digoreng tanpa minyak diatas wajan panas) dengan parutan kelapa muda dan gula pasir, makanan ini disajikan pakai piring kecil dengan sendok kecil pula, karena bentuknya seperti tepung jangan sekali-kali ketika makan sasagon ini sambil bicara atau sambil bersin, bisa-bisa sasagon akan terbang dari mulut, makan sagon ini enaknya sambil ngumpul bareng keluarga atau teman.
Sasagon ini sudah dikemas jadi kue yang lebih simpel jadi sagon bakar, yang bentuknya seperti kue lainnya, tidak serbuk lagi, malah ada yang dimodifikasi keju, namun keluarga kami tetap mempertahankan sasagon yang serbuk itu, karena itu adalah resep dari leluhur yang harus dilestarikan turun temurun.
2. Kue Saroja (Kembang Goyang) ; Kue ini terbuat dari tepung beras juga, yang adonannya adalah Tepung beras, sagu, air, bumbu dan perasa masin atau asin, cara buatnya cetakan dari alumunium berbentuk kembang goyang dicelupkan ke minyak panas dalam wajan lalu celupkan ke adonan yang sudah diaduk rata, celupkan kembali ke wajan berisi minyak banyak yang panas, lepaskan kue dari cetakan dan goreng sampai kuning kecoklatan.
Kue Saroja ini renyah dan garing, untuk cemilan sehari-hari sebagai teman ngopi atau nge-teh, bisa juga buat krupuk dan suguhan buat tamu, rasanya ada yang asin juga manis.
3. Peuyeum Ketan (Tape Ketan Hitam) ; Sajian yang unik dan segar terbuat dari Beras ketan hitam yang dicuci bersih, ditanak setengah matang, setelah itu dianginkan dan ditaburi ragi bubuk secukupnya, ditutup dalam wadah rapat dan disimpan selama dua atau tiga hari untuk difermentasikan, jika sudah waktunya disajikan biasanya manis rasanya dan segar, air dari peuyeum ketan ini suka dipakai ibu-ibu habis melahirkan untuk menyempitkan lagi peranakannya yang mengembang.
Penganan ini enak disantap bersama es atau campuran puding, bisa juga dimakan begitu saja.
Sasagon, Kue Saroja dan Peuyeum Ketan sudah menjadi sajian wajib dihari raya oleh keluarga kami di Bandung, walau banyak penganan lain yang lebih modern juga lebih praktis, kami tetap menyajikan ketiga cemilan ini, karena ini adalah tradisi dari nenek moyang dan kami tak ingin melupakan ciri khas yang sudah tertanam, utamanya jelas cinta Indonesia, dan tamu-tamu yang datang justru seringnya menanyakan tiga cemilan ini walau banyak kue modern disajikan, mereka bilang sasagon, saroja dan peuyeum ketan sudah langka dan susah ditemukan ditiap rumah, makanya yang sudah biasa pada namu kerumah yang ditanya duluan pasti tiga hidangan ini.
Saya sampai kapanpun akan mempertahankan tradisi ini, untuk menghargai leluhurku juga Bangsaku Indonesia.
Nasi Kucing
Nasi kucing bukan nasi pakai daging kucing lho hehe…..karena penganan nasi ini hanya secuil, dibungkus kertas nasi, tapi isinya cukup enak buat pengganjal perut disaat darurat, biasanya pakai sambal teri. Dipatok seharga Rp.1000,- sungguh murmer.
Lauk pauknya bisa dibeli terpisah, seperti sate usus ayam, ati ampela ayam, sayap ayam goreng, pepes tahu dan gorengan.
Minuman es teh, es jeruk atau teh panas, sungguh nikmat makan rame-rame lesehan di warung Nasi Kucing pinggir jalan ini.

Sekar mejeng di list menu nasi kucing

Kemasan Nasi Kucing

Lauk pauk pelengkap Nasi Kucing

Begini suasana di kedai nasi kucing jalan Pamulang Raya Tangerang Selatan
Wisata kuliner tak perlu ditempat mewah, ternyata dikedai nasi kucing pun tak kalah asyik, murah meriah pula.
Soup Master Class with Chef KC
Tanggal 17 Juli 2011, saya menghadiri undangan dari Royco untuk menyaksikan live streaming memasak 3 macam sup a la Chef Karen Carlotta (KC) selama satu jam, banyak tip dan banyak ilmu dalam membuat aneka sup disana.

Narsis di Soup Master Class
Rangkuman tips membuat sup adalah :
- Gunakan daun bawang/Seledri yang gagangnya putih, karena jika memakai batang daun yang hijau, klorofil akan larut bersama kuah atau krim yang membuat kuah menjadi kehijauan.
- Jangan memasukkan tulang daging disaat air mendidih, karena akan menimbulkan bau amis.
- Gunakan tulang yang berwarna cerah, karena tulang berwarna kusam berasal dari hewan yang tua.
- Untuk melunakkan daging secara aman, bisa direndam dalam air susu yang diisi cabikan roti tawar.
Berikut 3 resep yang dibuat dalam waktu satu jam bersama chef Karen Carlotta yang saya kutip dari www.masakapahariini.com :
SOTO AYAM ala KC
Bahan Dasar :
- Garam
- Lada
- Gula
- Penyedap
- Blue Band
Bahan-Bahan :
- Minyak Goreng
- 300g daging fillet ayam
- ½ sdt kari bubuk
- 2 sdm tepung terigu
- 3 sdm maizena
- 1.5 liter air
- 1 sachet Royco Bumbu Kuah Kaldu Gel Ayam
- 1 lbr daun salam
- 2 btg serai, memarkan
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 1 buah lobak, iris 1 cm
- Bawang Goreng, Daun Bawang, Sambal
BEEF MEATBALLS ADOBO
Bahan Dasar :
- Garam
- Lada
- Gula
- Penyedap
- Blue Band
Bahan-Bahan :
- 1 lbr roti tawar tanpa kulit,
rendam dalam 50ml susu segar - 250 g daging sapi cincang
- ½ buah bawang Bombay, iris
- ½ sdm tepung sagu
- ½ buah nanas, potong 3cm
- 12 btr bawang putih, geprek
- 1 sdm lada hitam butiran, remukkan
- 6 btr cabai rawit, potong kasar
- 50 ml cuka apel
- 150 ml kecap asin
- 4 helai daun salam
- 1.5 liter air kelapa muda
- 1 sachet Royco Kuah Kaldu Gel Sapi
MUSHROOM SOUP WITH POACHED EGG & ROASTED SHALLOTS
Bahan Dasar :
- Garam
- Lada
- Gula
- Penyedap
- Blue Band
- 1 buah bawang Bombay, cincang
- 1 kg jamur kancing
- 4 btr bawang putih, cincang
- Thyme kering
- 1 liter air
- 1 sachet Royco Bumbu Kuah Kaldu Gel Ayam
- 4 butir telur
- Cuka
- Bawang merah






Sari Tekwan yang Cozy
Jika menikmati hidangan khas yang berasal dari suatu daerah dan dimasak oleh orang daerah itu sendiri, tambah membuat kenikmatan masakan itu semakin bernilai tentunya, contohnya untuk masakan khas Palembang ini yaitu Tekwan.
Lokasi kedai berada di Jalan Raya Pajajaran Pamulang Tangerang, didalamnya selain menyajikan hidangan Tekwan yang spicy, juga tersedia hidangan sop iga sapi yang tak kalah gurih dan lezat, dan disini dijual pula aneka cake yang legit dan penampilannya cantik.

Tekwan dari Sari Tekwan yang Yummy

Juice Mangga yang suegerrr………

Tempatnya yang strategis juga cozy buat ngumpul bareng keluarga atau teman

Ragam Menu di Sari Tekwan.

Jika ingin merasakan rasa Tekwan yang original, silahkan mampir ke SARI TEKWAN di Jl. Pajajaran No 37B Pamulang Ciputat Telp 021 7492044 / 60270880.
Steam ayam
Kali ini akan dibagikan resep ayam dengan dimasak a la steam dan ditambah sedikit arak untuk memasak, sehingga rasanya sangat eksotis, jangan khawatir karena arak yang digunakan adalah halal karena terbuat dari fermentasi sayuran.

Bahan :
Ayam 300 gr
Jamur shitake 6 bh
Jahe diiris halus
Daun bawang di potong potong
1 Sdm kecap asin
1/2 sdt gula pasir
1 sdt garam
1 sdm arak
2 sdt maizena
Cara Memasak :
Rendam semua bahan dengan campuran kecap asin, gula, garam, arak, maizena dan merica halus, setelah rata siapkan kukusan, diisi air dan didihkan, kukus bahan di atas api besar, tambahkan Jamur dan kukus selama 15 menit.


